PDIP Kembali Pecat Kader yang Dianggap Membangkang di Pilkada Surabaya
Info

PDIP Kembali Pecat Kader yang Dianggap Membangkang di Pilkada Surabaya

Merdeka. com – Satu persatu kandidat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) yang dianggap membangkang perintah partai zaman Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 9 Desember lalu, dipecat. Pemecatan terhadap kader partai tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Kader partai yang dipecat tersebut diketahui bernama Anugrah Ariyadi. Pemecatan terhadap Anugrah tersebut tertuang dalam surat Bernomor: 82/KPTS/DPP/XII/2020 dan dibumbui tanda tangan Megawati serta Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Surat pemecatan yang ditetapkan di Jakarta dan dikeluarkan pada 18 Desember 2020 itu menyebutkan, Anugrah Ariyadi sudah melakukan pelanggaran berat. Sehingga keputusan pemecatan sebagai kader PDI Perjuangan harus dilakukan.

Di dalam surat keputusan pemecatan tersebut dijelaskan, sikap, tindakan dan perbuatan Anugrah Ariyadi yang tidak mengindahkan titah DPP PDIP terkait rekomendasi Bahan Wali Kota dan Calon Wali Kota Surabaya pada Pilkada langsung 2020.

Bentuknya secara mendukung calon kepala daerah lain, dari partai politik lain adalah bentuk pembangkangan terhadap ketentuan, keputusan dan garis kebijakan partai, dengan merupakan pelanggaran kode etik dan disiplin partai. Pelanggaran ini termasuk pelanggaran berat.

“Dalam keputusan DPP PDI Perjuangan menyebutkan, setiap anggota atau kader golongan terbukti melanggar kode etik & disiplin partai, maka DPP PDI Perjuangan dapat memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan atau pemberhentian lantaran anggota partai. Dan mas Anugrah Ariyadi telah melanggarnya, ” perkataan Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat, Sabtu (19/12).

Anugrah Ariyadi tunggal adalah anggota PDI Perjuangan secara Nomor KTA 35. 78. 08. 1002. 090967. 0011. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan dua periode, yaitu pada 2010-2015 dan 2015-2020. Dia juga pernah menjadi wakil rakyat di Fraksi PDI Perjuangan pada DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019.

Menurut Achmad Hidayat, surat keputusan pemecatan Anugrah Ariyadi ini telah dikirim ke sendi yang bersangkutan. Perwakilan DPC PDIP yang menyerahkan surat tersebut, selain Achmad Hidayat, juga Wakil Pemimpin Bidang Kehormatan DPC PDIP Surabaya, Sukur Amaludin dan Wakil Pemimpin Bidang Organisasi DPC PDIP Surabaya, Purwadi.

“Kami sudah datang ke rumah Pak Anugrah Ariyadi, namun beliau tidak tersedia di rumah. Kami telah men beliau, tapi katanya sedang ke luar kota. Sehingga surat keputusan pemecatan tersebut diterima putranya, ” tandasnya.

Sementara itu, menanggapi pemecatan dirinya, Anugrah mengiakan belum dapat bersikap. Meski dengan fisik ia belum membacanya tepat, namun ia mengakui jika tersedia beberapa orang berpakaian partai telah datang ke rumahnya dan memberikan sebuah surat.

“Secara fisik, saya belum membacanya. Jadi, saya belum bisa bersikap, menyesatkan minggu depan lah nanti beta bersikap, ” tukasnya.

Dalam Pilkada 9 Desember lalu, Anugrah diketahui mendukung pasangan bahan Machfud Arifin-Mujiaman yang diusung kaum partai parlemen, kecuali PDIP. Selain Anugrah, PDIP juga telah memecat Mat Mochtar. Dalam Pilkada awut-awutan, Mat Mochtar juga membangkang perintah partai dengan mendukung paslon Machfud-Mujiaman.

Diketahui, Pilkada Surabaya 2020 diikuti oleh dua bagian calon wali kota dan pemangku wali kota. Mereka yakni paslon nomor 1, Eri Cahyadi-Armuji. Dan urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.

Eri Cahyadi-Armuji diusung oleh PDIP dan didukung oleh PSI serta sejumlah partai non parlemen. Sementara Machfud Arifin-Mujiaman diusung oleh PKS , PKB, PPP, NasDem, Golkar, Demokrat, Gerindra dan PAN. [cob]