Info

Mabes Polri Ambil Alih Kasus Pelanggaran Prokes Massa Rizieq di DKI, Jabar & Banten

Merdeka. com – Direktorat Tindak Pidana Ijmal Bareskrim Polri mengambil alih peristiwa dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Tebet, Petamburan, Bogor, dan Banten. Sejumlah kegiatan dihadiri oleh pemimpin Front Pembela Agama islam (FPI) Rizieq Shihab.

Sementara, di Banten adalah kegiatan yang berkaitan dengan acara Haul Syeh Abdul Qadir Jailani di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah, Kampung Cilongok, Sukamantri, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Alasan Bareskrim Polri menangani perkara tersebut, untuk memudahkan dalam mengusut pelanggaran protokol kesehatan tubuh. Menurut dia, kerumunan yang terjadi di tengah Pandemi Covid-19 sedangkan diselidiki oleh kepolisian tiga wilayah yakni Jakarta , Jawa Barat, dan Banten.

“Iya (semua kasus dilimpahkan ke Bareskrim) karena kasus kerumunan itu ada terjadi di Jakarta, Mencuraikan, dan Banten, maka untuk efektivitas ditarik penanganannya ke Bareskrim, ” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian saat dihubungi awak jalan, Jumat (18/12).

Andi menerangkan, meski kasus dilimpahkan ke Bareskrim, pihaknya tetap melibatkan pemeriksa dari masing-masing Polda untuk sama-sama menangani kasus tersebut.

“Petugasnya komposisinya tetap melibatkan daerah, ” ujar dia.

Sebelumnya, kepolisian menemukan ada pengingkaran hukum pada kegiatan yang berlaku Jumat, 13 November dan Sabtu, 14 November 2020 di Tebet Jaksel, dan Petamburan Jakpus. Lima orang pun ditetapkan sebagai simpulan. Mereka adalah pemimpin Front Advokat Islam (FPI) Rizieq Shihab, Haris Ubaidillah, Ali Bin Alwi Alatas, Maman Suryadi, Sobri Lubis, dan Idrus.

Penyidik menghargai Rizieq Shihab melanggar Pasal 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP. Sedangkan, kelima lainnya melanggar Bab 93 Undang-Undang Nomor 6 Tarikh 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Keputusan itu berdasarkan hasil dari menyelenggarakan perkara yang dilakukan pada 7 Desember 2020.

Terpaut hal ini, Polda Metro Hebat juga sudah meminta Dirjen Imigrasi untuk mencekal Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Haris Ubaidillah, Ali Bin Alwi Alatas, Maman Suryadi, Sobri Lubis, & Idrus bepergian ke luar negeri. Permintaan cekal sudah diajukan pada Senin 7 Desember 2020.

Saat ini, Rizieq Shihab tengah mendekam di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Penyidik memperhitungkan perlu menahan Rizieq Shihab selama 20 hari ke depan terkira dari 12 Desember 2020.

Sementara itu, Polda Menjelajahkan, juga sedang menyelidiki kasus kelompok Front Pembela Islam di Megamendung, Bogor pada 13 November 2020. Rizieq Shihab pun ikut terseret dalam kasus tersebut.

Saat ini, Polda Jabar masih memanggil sejumlah pihak seperti Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Tumenggung Kabupaten Bogor Ade Yasin & Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin buat dimintai keterangan sebagai saksi.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6. com [rhm]