Info

Airlangga: Program Vaksinasi Covid-19 Tunggu Pertimbangan BPOM dan Fatwa MUI

Merdeka. com – Menteri Koordinator Bagian Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program vaksinasi Covid-19 belum bisa langsung dilakukan, meski vaksin sudah muncul di Indonesia. Dia menjelaskan vaksinasi harus melalui berbagai tahapan di Badan Pengawas Obat dan Sasaran (BPOM).

Hal tersebut untuk memastikan bahwa vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan ke asosiasi benar-benar aman. Selain itu, program vaksinan juga harus menunggu fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Pelaksanaan vaksinasi sedang harus melewati tahapan evaluasi dibanding Badan POM untuk memastikan aspek mutu keamanan dan efektifitasnya. Selain itu, juga menunggu fatwa MUI untuk aspek kehalalannya, ” jelas Airlangga dalam konferensi pers, Senin (7/12).

Adapun vaksin yang sudah berada di Indonesia sebanyak 1, 2 juta dosis. Jumlah ini merupakan bagian dari total komitmen sebanyak 3 juta dosis vaksin yang akan sampai pada Januari 2021.

Airlangga mengatakan pelaksanaan vaksinasi alan dilakukan secara bertahap sesuai bahan prioritas. Untuk tahap awal, vaksin akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan tubuh dan petugas pelayanan publik.

“Kedatangan dan ketersediaan vaksin ini secara bertahap. Begitu juga pelaksanaan vaksinasi dilakukan juga secara bertahap dengan prioritas, ” ucapnya.

Menurut dia, negeri akan menyediakan vaksin Covid-19 dengan gratis dan mandiri atau berbayar untuk masyarakat. Airlangga menyebut vaksinasi merupakan upaya pemerintah mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia, selain testing, tracing (pelacakan), dan treatment (3T).

Kendati vaksinasi nantinya dimulai, dia meminta masyarakat buat tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penularan. Mulai sejak, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Ketiga hal tersebut 3T, 3M serta vaksinasi harus selalu berjalan berbenturan sampai kita semua di Indonesia, di seluruh dunia benar-benar terlepas dari pandemi Covid-19, ” tutur Airlangga.

Sebelumnya, vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba dalam Indonesia dengan pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 777-300 ER, Minggu 6 Desember 2020 malam. Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan bahwa pemerintah telah menerima 1, dua juta dosis vaksin virus Corona atau Covid-19.

Sekalipun begitu, masih ada sejumlah tingkatan yang perlu dilalui sebelum proses vaksinasi dilakukan. Hal ini buat menjamin keselamatan masyarakat.

“Untuk memulai vaksinasi masih memerlukan tahapan-tahapan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Dan perlu hamba tegaskan, pertama seluruh prosedur kudu dilalui dengan baik dalam buram menjamin kesehatan dan keselamatan asosiasi, serta efektivitas vaksin, ” tutur Jokowi lewat akun Youtube Tata usaha Presiden, Minggu.

“Pertimbangan ilmiah hasil uji klinis ini akan menentukan kapan vaksinasi dapat dimulai, ” lanjutnya.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6. com [bal]