Survei: Soal Penanganan Covid, Tingkat Kepercayaan Publik ke Jokowi 60%, Terawan 45%
Info

Survei: Soal Penanganan Covid, Tingkat Kepercayaan Publik ke Jokowi 60%, Terawan 45%

Merdeka. com – Sebanyak 60 persen masyarakat mengaku cukup percaya dengan langkah Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19. Tingkat kepuasan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kepuasan publik terhadap langkah yang dilakukan Terawan Agus Putranto sebagai menteri kesehatan.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers Rilis Survei Nasional tentang Mitigasi Dampak Covid-19.

“Trust terhadap Presiden dalam menangani Covid masih lumayan, yang mengatakan cukup percaya dan sangat percaya itu 60 persen terhadap Pak Jokowi, ” kata Burhanuddin dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (18/10/2020).

“Terhadap Pak Terawan itu lebih rendah, sekitar 45 persen, ” sambungnya.

Berdasarkan hasil survei, adapun responden yang menyatakan cukup membenarkan kepada Jokowi sebanyak 57, tujuh persen. Sementara, responden yang sangat percaya 3 persen.

Kemudian, responden yang tingkat kepercayaannya biasa saja 24, 1 upah dan tidak percaya 12, 7 persen. Responden yang sangat tidak percaya 1, 8 persen.

Sedangkan, responden yang benar percaya kepada Terawan hanya 1 persen. Responden yang cukup membenarkan sebanyak 44, 6 persen, natural saja 30, 9 persen, tak percaya 15 persen, dan sangat tidak percaya 2 persen.

“Tetapi masih lebih indah dibandingkan apa yang muncul di Twitter itu kan. Saya kira tidak nyampe 20 persen kepada Pak Terawan, ” tutur Burhanuddin.

Dia mengungkapkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah was-was dalam mencegah penyebaran Covid-19 lulus besar di angka 60, 5 persen. Adapun responden yang invalid puas 29, 2 persen, tak puas sama sekali 3, 8 persen, dan sangat puas 5, 8 persen.

Burhanuddin mengatakan tingkat kepuasan ini salah satunya dipengaruhi sejumlah bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah was-was kepada masyarakat terdampak pandemi. Mereka yang puas terhadap kinerja pemerintah pusat di masa pandemi biasanya berpendidikan dan berpenghasilan rendah.

“Jadi kalau pendidikannya lembut, pendapatan yang rendah cenderung puas salah satunya ada bansos, ada program-program mitigasi dampak ekonomi Covid-19, ” jelas dia.

Sebagai informasi, survei dilakukan menggunakan kontak telepon kepada responden sebab situasi pandemi corona mulai 24-30 September 2020. Survei menggunakan anggapan simple random sampling, dari semesta provinsi yang terdistribusi secara sebanding.

Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk ditelepon sebanyak 5. 614 data. Namun, yang berhasil diwawancarai dalam durasi survei yaitu sebanyak 1. 200 responden.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6. com [lia]