Tuntut Mahasiswa Dibebaskan, Pedagang Pasar Sampai Adang Mobil Kapolres Ternate
Info

Tuntut Mahasiswa Dibebaskan, Pedagang Pasar Sampai Adang Mobil Kapolres Ternate

Merdeka. com – Beredar video sebanyak pedagang mengadang mobil Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada di jalan sosial. Aksi ini terjadi dalam Pasar Gamalama, Ternate, Maluku Memajukan, Sabtu (10/10).

Para pedagang menuntut agar ke polisi an membebaskan para-para mahasiswa yang ditahan saat muncul rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja.

Dalam video berdurasi 1 menit yang diunggah akun instagram @ceritamalut itu tampak para pedagang mayoritas terdiri dari perempuan paruh baya memblokade jalan yang hendak dilewati mobil Kapolres Ternate. Para pedagang menggunakan gerobak serta besi untuk menutupi jalan.

Seorang anggota polisi kendati keluar dari mobil dan mencari jalan memindahkan gerobak tersebut, namun petugas tersebut diindahkan. Para pedagang bahkan berkali-kali meneriakkan ‘Kase kaluar mahasiswa! ‘ (keluarkan mahasiswa dan tumbuh mahasiswa)

Saat dikonfirmasi, Kapolda Maluku Utara Irjen Rikwanto membenarkan kejadian tersebut. Aksi penutupan jalan tersebut ternyata hanya berlaku lima menit.

“Iya itu kejadian di jalan, pada depan Pasar Gamalama, penutupan mobil Kapolres cuma lima menit saja, ” ujar Rikwanto kepada mandiri. com, Minggu (11/10).

Rikwanto juga membenarkan bahwa para-para pedagang itu meminta para pengunjuk rasa yang diamankan untuk lekas dipulangkan. Sebagai informasi, aksi muncul rasa yang dilakukan mahasiswa pada depan Kantor Wali Kota Ternate itu sempat ricuh. Para Kepolisian pun akhirnya mengamankan beberapa mahasiswa untuk dimintai keterangan lebih sendat.

“Setelah selesai muncul rasa di landmark depan Dewan wali kota Ternate, massa dibubarkan paksa oleh polisi karena pengacau. Saat Kapolres Ternate mau pulang dan lewat depan pasar, mobilnya disetop ibu-ibu pedagang pasar, ” kata Rikwanto

Selain itu, para pedagang yang mengadang jalan juga meminta kepolisian buat menangkap demonstran yang merusak sarana umum. Fasilitas umum yang dimaksud bukan hanya yang terdapat dalam wilayah pasar, namun juga sarana umum di sepanjang jalan, serupa kursi taman, lampu taman, jambangan bunga dan lain sebagainya.

“Macam-macam permintaannya. Ada ibu-ibu yang minta supaya perusak wahana umum di depan pasar & sepanjang jalan ditangkap, ada serupa yang minta pengunjuk rasa perusuh yang diamankan untuk dilepaskan. Soalnya sebagian itu keluarga mereka, ” ujarnya melanjutkan cerita.

Akhirnya, Sabtu malam (10/10) jam 20. 30 waktu setempat, Rikwanto mengatakan bahwa para pengunjuk menemui yang diamankan telah dikembalikan ke pihak keluarga masing-masing.

“Semua pengunjuk rasa yang diamankan di Polres sudah dikembalikan ke keluarganya, setelah dijemput keluarganya & buat pernyataan, ” kata Rikwanto. [did]