PKS Pertanyakan Draft Final UU Membentuk Kerja yang Baru Diketok Palu di Paripurna
Info

PKS Pertanyakan Draft Final UU Membentuk Kerja yang Baru Diketok Palu di Paripurna

Langgas. com – Anggota DPR Fraksi PKS , Bukhori Yusuf masih mempertanyakan keberadaan Undang-undang (UU) Membentuk Kerja yang final. Dia sejumlah, hingga saat ini PKS belum belum mendapatkan draft UU tersebut.

“Sampai hari kemarin saya secara pribadi maupun bagian secara tertulis meminta draf dengan sudah di tanda Tangani kemudian diketok di paripurna menjadi undang-undang itu mana itu barangnya sampai hari ini kita belum mendapatkannya, ” kata dia dalam pembahasan MNC Trijaya, Sabtu (10/10).

Menurutnya, bisa saja draft yang sudah beredar itu berbeda dengan yang final. Bukhori biar hanya mendapatkan draft RUU Menjadikan Kerja tertanggal 2 Oktober.

“Jadi pertanyaannya ketika saya membahas ini, tentunya boleh oleh karena itu akan terjadi macam perbedaan, kenapa boleh jadi draft yang saya pegang, yaitu naskah (UU Cipta Kerja) tanggal 2 Oktober bisa oleh karena itu berbeda, ” ucapnya.

Dia menuturkan, PKS perlu mendapatkan draft UU Cipta Kerja dengan sudah disahkan tersebut. Mereka ingin menyisir pasal-pasal yang mungkin merugikan dan menyebabkan kesalahpahaman berbagai bagian.

“Karena sampai hari ini draft yang kemudian sah itu belum diberikan, bahkan seluruhnya lagi Fraksi PKS secara terekam meminta mana sesungguhnya draft yang sudah di ketok di paripurna itu agar itu meminimalisir terhadap perbedaan perbedaan dan kesalahpahaman, ” tuturnya.

Bukhori benar menyayangkan terkait draft UU Membangun Kerja yang belum siap. Menurutnya, hal ini tidak boleh terjadi untuk sebuah satu penyusunan RUU.

“Selama saya oleh sebab itu anggota DPR 2009-2014 dan saat ini ini saya menyambung di lembaga legislasi baru kali ini tersedia suatu proses pembahasan undang-undang yang luar biasa, luar biasa isunya dan luar bisa cakupannya & luar biasa speed pembahasannya yang belum pernah dilakukan sepanjang negeri ini merdeka, ” tandasnya. [rhm]