Warga Desa Gitik Banyuwangi Bikin Pasar Tahu Tradisional
Info

Warga Desa Gitik Banyuwangi Bikin Pasar Tahu Tradisional

Merdeka. com – Banyak cara ditempuh untuk memasarkan produk unggulan dengan kreatif. Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi tersebut. Dikenal sebagai wilayah penghasil tahu, mereka membuat pasar kuliner terang.

Kepala Desa Gitik, Hamzah mengatakan pasar ini dibuat atas inisiatif warga. Mereka mengaku ingin produk tahu buatan mereka dikenal lebih luas oleh masyarakat karena kekhasannya.

Maklum saja, tahu di daerahnya mempunyai rasa yang khas. Para pengrajin tahu di wilayahnya masih menegakkan proses pembuatan yang masih tradisional yakni menggunakan kayu sebagai benih bakarnya.

“Tahu Gitik ini sangat khas, bertekstur biasa tapi lembut di dalam. Selain itu, bahannya juga alami minus pengawet dan masih tradisional. Elok dicoba, ” promosi Hamzah.

Dengan kekhasan ini, Hamzah mengaku warga ingin agar tahu buatan mereka ini dikenal bertambah luas. Mereka lalu terpikir buat membuat pasar kuliner tematik dengan tahu sebagai menu utama.

“Bersama-sama berinisiatif membuat pasar kuliner. Melengkapi pasar-pasar kuliner Banyuwangi yang telah ada sebelumnya. Alhamdulillah, selain upaya untuk mengenalkan tahu, kami berharap bisa menggerakkan ekonomi warga desa di sini, ” katanya.

©2020 Merdeka. com

Pasar kuliner tersebut menyuguhkan berbagai makanan saduran berbahan dasar tahu produksi masyarakat desa setempat. Seperti tahu menyelar, tahu walik, juga ada terang bayam. Pengunjung bisa menikmati saduran beragam tahu dengan nikmat, maklum saja karena disajikan dengan fresh. Pasar kuliner ini juga menyediakan makanan tradisional khas Banyuwangi lainnya.

Hamzah menambahkan rekan yang telah berdiri sejak pangkal 2019 itu sempat tutup beberapa bulan karena adanya pandemi korona. Kini, Kampung Tahu dibuka balik dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Saat ini, Festival Kampung Tahu ini dibuka satu bulan sekali. Jadwalnya setiap Sabtu sore di awal pekan bulan, ” kata Hamzah.

Tengah itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sangat mengapresiasi jalan warga setempat untuk meningkatkan ekonomi lokal secara kreatif.

“Festival kerakyatan seperti ini kudu diapresiasi. Selain menggerakkan ekonomi kaum, kegiatan seperti ini juga bisa meningkatkan kreativitas generasi muda, ” puji Anas.

Namun, Anas tetap meminta pengelola serta warga untuk tetap mengedepankan adat kesehatan dalam pelaksanaannya. Mulai dibanding memastikan semua yang ada dalam area harus mengenakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, maupun pengaturan jarak bisa dilakukan.

“Harus ada petugas yang mengingatkan mereka yang sekiranya tidak peraturan protokol kesehatan. Petugas juga harus mengatur keluar masuk pengunjung biar tetap bisa menjaga jarak, ” kata Anas.

“Karena akan sia-sia, bila ekonomi bergerak namun tanpa diiringi disiplin dengan ketat pada aturan kesehatan, yang ujungnya malah membuat penularan semakin masif. Ekonomi boleh jalan, akan tetapi harus diiringi penerapan protokol kesehatan yang kuat, ” pungkas Anas. [hhw]