Terpedaya Cinta Palsu, Perempuan Asal Cilacap Ditinggalkan Kekasih di Kebumen
Info

Terpedaya Cinta Palsu, Perempuan Asal Cilacap Ditinggalkan Kekasih di Kebumen

Merdeka. com – Seorang perempuan pokok Kabupaten Cilacap, AD (39), diperdaya seorang pria yang menjalin hubungan cinta dengannya. Dia ditinggalkan seorang diri di SPBU di Kebumen dengan keadaan tanpa uang & alat komunikasi yang dibawa kelam sang kekasih.

Urusan ini bermula dari perkenalan AD dengan MA (37), warga Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, di jejaring sosial. Singkat cerita, dari perkenalan itu keduanya berkomitmen berpacaran.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan untuk memuluskan aksi jahatnya, MA pura-pura pegari melamar korban di rumahnya dalam Desa Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jumat (28/8).

“Tersangka sempat meminta restu pada orang tua korban. Saat itu, disaksikan keluarga korban dan para tetangga korban, ” jelas AKBP Rudy, Senin (14/9).

Saat lamaran, orang tua target tak punya firasat buruk. Apalagi orang tua korban mengizinkan simpulan membawa anak perempuannya untuk dikenalkan ke orang tua tersangka, dengan dalam pengakuannya tinggal di Kabupaten Purworejo.

Saat kirab lamaran, sempat ada kejanggalan. Suku korban mengecek KTP tersangka, hidup di Kabupaten Tegal. Namun karena kepiawaiannya meyakinkan keluarga korban, kebingungan itu bisa ditepis tersangka.

Restu akhirnya dikantongi tersangka. Pada 29 Agustus 2020, tersangka mengajak korban ke Purworejo.

Di tengah perjalanan, simpulan sempat menyetubuhi korban sebanyak 4 kali di sebuah Losmen dalam Kawasan Gombong Kabupaten Kebumen. Tak puas sampai di situ, handphone android milik korban diembat tersangka.

“Aksi itu diketahui korban, namun karena rasa cintanya, korban tidak mempunyai pemikiran buruk kepada calon suaminya itu, ” kata AKBP Rudy.

Handphone itu dibiarkan korban dimasukkan ke tas tersangka saat mengalpakan Losmen pada hari Minggu 30 Agustus.

Sesampai di SPBU Tersobo Kecamatan Prembun, kira-kira pukul 20. 00 Wib, tersangka meminjam uang untuk membeli bawaan untuk dibawa pulang ke Purworejo. Korban lalu memberi tersangka kekayaan Rp500 ribu.

“Tersangka pamitan membeli oleh-oleh, selanjutnya target masuk ke kamar mandi buat ganti baju. Dalam benak korban, mau ketemu calon mertua harus terlihat rapih dan cantik, ” AKBP Rudy menambahkan.

Setelah selesai berdandan, korban keluar dari kamar mandi. Ternyata tersangka sudah hilang. Korban sempat menduduki lama sambil menangis. Namun, bahan suaminya tak kunjung datang.

Sadar menjadi korban penipuan, AD melaporkan peristiwa itu ke Polsek Prembun. Dari laporan tersebut, tersangka berhasil ditangkap pada keadaan Senin (31/8) di rumah orangtuanya di Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen.

“Tersangka mengaku tak pernah menaruh cinta kepada korban, ” kata AKBP Rudy.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUH Kejahatan jo Pasal 378 KUH Pidana tentang Penipuan dan atau Penggelapan. Ancaman kurungan 4 tahun kurungan. [noe]