Puak Desak Polisi Usut Tuntas Pembunuhan ASN KPU di Yahukimo
Info

Puak Desak Polisi Usut Tuntas Pembunuhan ASN KPU di Yahukimo

Merdeka. com – ASN KPU Papua, Henry Jovinski (25) meninggal dunia usai menjadi sasaran penyerangan karakter tak dikenal di Yahukimo, Papua. Henry meninggal dunia karena tusukan orang tak dikenal.

Ayah Henry, Sugeng Kusharyanto menodong agar kasus penyerangan hingga berujung kematian sang putra bisa diusut tuntas. Sugeng meminta kepada alat untuk menangkap pelaku pembunuhan anaknya itu.

“Saya menimbulkan diusut tuntas siapapun pelakunya mohon diusut tangkap kalau dia terbukti kasih hukuman setimpal. Kita nggak mungkin membalas kematian anak (saya) dengan kematian, ” ujar Sugeng di rumah duka, Desa Sidokarto, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Rabu (13/8).

Sugeng mengaku pihak keluarga masih memertanyakan kenapa anaknya jadi sasaran penyerangan orang tak dikenal hingga kehilangan nyawa. Sugeng menyebut bahwa putranya hanyalah ASN biasa dan bukan pejabat di KPU.

“Anak saya bukan penentu pemenang pilkada atau penentu caleg di sana. Dia hanya orang IT di belakang layar. Makanya saya bertanya-tanya kenapa anak saya yang tidak punya jabatan apa-apa kok diserang dan dibunuh, “ungkap Sugeng.

Sugeng meminta agar peristiwa pembunuhan anaknya ini diungkap secara transparan. Termasuk apa saja pemerasan yang dialami Henry hingga berujung pada kematian.

Sugeng pun memertanyakan kenapa anaknya dengan menjadi sasaran penyerangan. Sugeng biar meminta kejelasan pembunuhan anaknya kepada KPU Yahukimo namun justru lebih banyak informasi yang didapat lantaran media sosial.

“Saya tanya sekretaris (KPU) Yakuhimo buat cerita yang jelas biar saya keluarga tenang. Keikhlasan ini tersedia, kami meminta transparan terbuka tapi mereka tidak berani menjelaskan. Awak ingin tahu dianiaya seperti barang apa anak kita. Semua serba tertutup. Justru di medsos ini dengan ramai, ” ungkap Sugeng.

Sugeng menambahkan jika semasa ini anaknya tak pernah berkisah jika memiliki musuh. Henry, introduksi Sugeng, bahkan tak pernah cerita jika sedang memiliki masalah.

“Saya rasa Henry tak tahu akan ada kejadian tersebut. Dia tidak siap. Kami (keluarga korban) bertanya apakah anak beta dianiaya dari belakang, dari tepi atau darimana. Kemudian dianiaya laksana apa, ” papar Sugeng. [gil]